Friday, April 18, 2008

Agama 'C' atau 'N'




Wah bingung....baca2 di forum FN dan KD makin bingung... :-) ada yang bilang 'N' ini-itu, disana ada yang bilang kalau pake 'C' gini-gitu....ah!

Kalo saja gak ada 'budget constraint' dan adanya hanya 'bingung constraint' maka gampang saja pemecahannya, tinggal pergi ke toko terdekat trus pegang dua duanya, sambil merem, mana yang 'nyetrum' itulah yang diambil.
Ya, ini tentang rencana mau beli kamera DSLR. Sudah lama banget pengen naek kelas, dari operator kamera imut ke yang agak amatir (dan mudah2an bisa jadi pro).
Tapi waktu itu terdesak oleh kebutuhan laen :-).

Kebingungan antara milih 'N' apa 'C' . Ini hampir persis seperti milih motor: Honda apa Yamaha. Honda terkenal irit, harga jual kembali bagus, tetapi inovasinya pelit, kadang ganti nama cuman ganti body doang. Lain halnya dengan Yamaha, inovasinya terus ada. Kelemahan ya di harga jual kembali yang tidak sebagus Honda (mungkin karena mind-set orang Indonesia sejak dulu adalah kalau namanya motor ya Honda). Ada lagi yang hampir mirip: hape Nokia dan Sony-Ericsson. Nokia harganya cenderung stabil, beda dengan SE, membubung waktu launching tetapi jatuhnya juga cepet. Dengan uang 800rb untuk hape Nokia belum dapat yang berkamera 2mp, or 1mp, tetapi dengan harga yang sama untuk hape SE sudah dapat banyak (kamera 1,3mp, slot memory, dll).Dalam hal ini aku bandingkan hape Nokia 2630 dengan SE K510.

Soal merek kamera kata para anggota forum sudah seperti agama. Kenapa? Sekali pilih satu 'agama' ya sudah harus konsisten. Bisa juga sih punya lebih dari satu tetapi investasinya bisa sangat mahal. Satu agama saja mahal apalagi lebih dari satu. Mulai dari body kamera, tidak mungkin pake body 'N' kemudian mau pake lensa 'C', kecuali yang 'third party'. Body, lensa, flash, asesoris, dry box, tripod....kalo didaftar bisa panjang banget dan gak ada batasnya (untuk lensa terutama). Agama satu dengan yang laen bisa beda2 sistemnya, sistem kemudian termasuk operasional,dll...meskipun hasil akhirnya kalo di mata kebanyakan penikmat yang awam bisa sama bagusnya. Tidak jaminan sih kamera yang mahal pasti akan bagus juga hasilnya, tetapi memang yang lebih mahal lebih mudah prosesnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Hmmmpphh..Sambil menunggu pundi-pundi mencukupi maka yang bisa saya lakukan adalah: 'mengamati' :-) pergerakan harga dan tentu saja sambil mencari alternatif kalau nanti sudah dapat kamera DSLR yang 'cocok' bisa sampai berapa lamakah akan 'balik modal' disini bisa berarti : tingkat kemahiran dan kecepatan dalam mengolah dan menangkap moment bisa juga berarti dalam bentuk fulus. :-)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home

Telah ditengok sebanyak:
Counters
Amazon.com Coupons